Kumpulan Renungan


Sebuah Blog kumpulan surat-surat yang masuk dari Facebook saya





Lihat Waktumu



Mimbar Bebas



ShoutMix chat widget




Kunjungi juga,

Siasat
UKSW



Blog Renungan

Aku Percaya
Christian Daily Mditation
Kumpulan Renungan Harian
Pondok Penabur
Pondok Renungan
Renungan Pribadi
Si Olive



Masukkan Code ini K1-C1388Y-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Pengunjung

free counters

Kios suara hati

Beberapa waktu yang lalu pernah muncul sebuah kisah menarik yang ditayangkan dalam berita televisi di Taiwan. Di pegunungan Alishan ada sebuah tempat yang bernama Rueili. Seutas jalan yang menghubungkan Chiay dan Alishan melewati daerah ini.

Di pinggir jalan ada sebuah tempat penjualan sayur-sayuran segar, sayuran yang tumbuh dan mendapat pupuk organik alamiah tanpa bahan-bahan kimia yang dewasa ini disinyalir oleh dunia medis sebagai unsur yang bisa mendatangkan kanker. Di samping sayur mayur, ada juga buah-buahan segar dijajar dalam kiosk kecil itu.

Namun anehnya. Kios itu terbuka selama 24 jam sehari dan tak pernah ditutup. Lebih aneh lagi, tak ada seorangpun yang duduk di sana melayani para pembeli.

Read More

Tagged: kumpulan renungan

Cara Untuk Suatu Hari Yang Berbahagia


1. HARI INI SAYA TIDAK AKAN MEMBALAS DENDAM : Bila seseorang berlaku kasar, bila seseorang berlaku tidak sabar, bila seseorang tidak ramah, saya tidak akan berlaku demikian.

2. HARI INI SAYA AKAN MEMOHON TUHAN MEMBERKATI “MUSUH” SAYA : Bila saya menjumpai seseorang yang memperlakukan saya dengan kasar atau tidak adil, saya diam-diam akan memohon pada Tuhan untuk memberkati orang itu. Saya memahami bahwa “musuh” saya boleh jadi adalah seorang anggota keluarga, tetangga, teman sekerja atau orang yang tidak saya kenal.

3. HARI INI SAYA AKAN BERHATI-HATI DENGAN KATA-KATA SAYA : Saya akan berhati-hati dan mengendalikan kata-kata saya dan meyakini bahwa saya tidak menyebar gosip.

4. HARI INI SAYA AKAN BERJALAN LEBIH JAUH : Saya akan menemukan cara untuk menolong dengan berbagi beban dengan orang lain.

Read More

Milikilah mimpi besar

Waktu saya masih kecil, saya selalu ingin menjadi penyanyi terkenal nantinya. Lalu saya membayangkan menjadi presiden. Lalu saat saya berusia 21 tahun, teman saya mengajak saya dan yang lain menulis daftar 25 hal yang ingin kami lakukan dalam hidup kami. Saya telah memimpikan masa depan sejak lama. Tapi anehnya, saat sekarang “masa depan” itu di sini, saya hampir tidak bisa… mengingat sebagian besar hal-hal yang saya tulis dalam daftar itu. Hmmm… saya masih ingat sebagian: membeli dan mendekor ulang sebuah rumah tua, bisa jalan2 keliling dunia dan memulai bisnis saya sendiri. Yang terakhir ini masih melekat dalam diri saya, sesuatu yang sangat ingin saya lakukan. Saya pikir ada banyak orang yang membuat daftar seperti itu, berisi hal-hal seperti: tour ke Eropa, menemukan sesuatu yang berguna bagi dunia, mendaki gunung-gunung tertinggi, membuka restoran, dan sebagainya. Apa impian Anda? Apakah Anda pernah berada di suatu kelas, gereja, berjalan kaki, atau saat teduh Anda dan mendapatkan pimpinanNya untuk mengejar sesuatu?

Read More

Anak Kecil, Nenek, dan Kue Cake

ilustrasiSeorang anak kecil memberitahu Neneknya bagaimana “segala sesuatu” berjalan salah - sekolah, masalah keluarga, masalah kesehatan yang parah, dll. Sementara itu, Nenek sedang membuat kue. Seolah tidak menghiraukan keluh kesah cucunya itu, dia bertanya kepada anak yang masih kecil itu, apakah ia ingin camilan atau tidak?

Read More

Perumpamaan Sebatang Pensil

Pembuat pensil itu menaruh pensil yang baru selesai dibuatnya ke samping sebentar, sebelum iamemasukkannya ke dalam kotak. “Ada 5 hal yang perlu kau ketahui,¨ katanya kepada pensil, sebelum kau kukirim ke seluruh dunia. “Hendaknya kau ingat selalu pesanku berikut ini, dan jangan sampai lupa. Yakinlah kau bakal berhasil menjadi pensil yang terhebat.”

SATU: Kau bakal bisa melakukan banyak hal besar, tetapi hanya bila kau mau membiarkan dirimu dipegang dalam tangan seseorang.

DUA: Kau akan menderita tiap kali engkau diruncingkan, tapi kau butuh itu agar bisa menjadi pensil yang lebih baik.

Read More

Ikut Berdoa

Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan (Lukas 10:31)
 
Teman-temannya heran, Rita datang ke pertemuan pemahaman Alkitab. Bagaimanapun, mereka gembira karena biasanya meski sudah dibujuk berkali-kali pun Rita enggan ikut. Kini, walaupun tampak tidak bersemangat, paling tidak ia muncul. Seusai pertemuan, Ani menanyainya, “Tumben kamu bisa datang?” Rita menjawab, “Iya-lah, malas di rumah. Selalu disuruh-suruh melulu. Mau jalan-jalan juga lagi bokek. Ya sudah, akhirnya aku datang ke sini saja.”

Read More

Pesan Penting

Adikku yang baik hatinya,

Janganlah berkecil hati dengan tidak adanya orang yang bisa kau samai, karena itu berarti engkau sangat berbeda dari mereka.

Tidak ada orang yang kurang atau lebih rendah daripada orang lain, karena sesungguhnya dia hanya berbeda.

Tidak adanya pembanding adalah keuntungan.

Read More

TEGAS MENDIDIK

Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu (Amsal 29:17)



Dalam sebuah acara pertemuan orangtua, kami membahas satu pertanyaan sederhana tetapi penting: Bolehkah kita menghukum anak? Hasilnya, kami mendapati beberapa prinsip penting ini: Mendidik anak mesti tegas, tetapi tidak harus sampai menghukum. Apabila kita menegur, tujuannya bukan menghukum, tetapi mengoreksi kesalahan. Jangan pernah menghukum anak untuk kesalahan yang tidak ia sengaja, atau jika ia tidak tahu apa kesalahannya. Jangan pernah menghukum anak jika kita sedang marah dan tak bisa mengendalikan diri.

Setelah mengoreksi anak, segeralah memeluknya. Katakan bahwa kita mengasihinya, lalu berdoa bersamanya. Latih anak untuk meminta ampun kepada Tuhan atas kesalahan yang dilakukan.
Imam Eli mendapat hukuman yang berat karena sebagai orangtua, ia tidak mendidik anak-anaknya dengan tegas. Eli membiarkan anak-anaknya memandang rendah korban sembelihan umat kepada Tuhan: ”Mengapa engkau Eli, lebih menghormati anak-anakmu daripada menghormati Aku, dan membiarkan mereka menggemukkan dirinya dengan bagian yang terbaik dari setiap persembahan bangsa-Ku kepada-Ku? (2:29). Apalagi, ”Eli mengetahui dosa-dosa mereka itu, tetapi mereka tidak dimarahinya” (3:13). Hofni dan Pinehas pun tidak lagi dapat dikendalikan oleh sang ayah, yang adalah otoritas di atas mereka. Akibatnya, semua kena hukuman Tuhan—baik Eli, juga anak-anaknya.

Tuhan memberi otoritas kepada orangtua untuk mendidik dengan ketegasan. Namun, tentu ketegasan yang berdasar kasih dan bertujuan. Yakni, untuk membesarkan anak yang bertanggung jawab atas hidupnya; kepada Tuhan dan sesama —AW

ANAK ADALAH AMANAT ALLAH
YANG DIBESARKAN UNTUK DAPAT MENYENANGKAN ALLAH

Source:http://www.renunganharian.net/index.php/2011/9-oktober/31-tegas-mendidik

26th September 2011

Text with 2 notes

Doa seorang anak

Bapa di surga

Ya?

Jangan menyela. Aku sedang berdoa.

Tapi kamu memanggil-Ku.

Memanggil-Mu? Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa.

Bapa di surga

Nah, ya’kan, kamu melakukannya lagi.

Melakukan apa?

Memanggil-Ku. Kamu bilang Bapa di surga. Aku di sini. Apa yang ada dalam benakmu?

Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini’kan cuma sekedar mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan kewajibanku.

Oh, baiklah. Teruskan.

Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu
Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?

Apa?

Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?

Aku..yah..aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari doa? Begitulah mereka mengajarku berdoa.

Oh, baiklah. Teruskan..

Teruskan?

Ya, teruskan doamu.

Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita ..

Apakah kamu bersungguh-sungguh?

Ya, tentu saja.

Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?

Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini seperti Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia tidak perlu lagi menderita.

Apakah Aku berkuasa atasmu?

Hmmm, aku pergi ke gereja, aku memberi kolekte, aku tidak..

Bukan itu yang Aku minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu dan juga keluargamu menderita karena ulahmu. Juga caramu memboroskan uang..semuanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana dengan buku-buku yang kamu baca?

Read More

Tagged: renungankumpulan renunganFirman Tuhansantapan rohani

permata Hatiku

Yesus Engkaulah permata hatiku
Dunia tak dapat menggantikanMu
KemuliaanMu tercurah bagiku
Menjadikanku indah
Dan semakin indah bagiMu


Itulah
penggalan lagu dari lengkingan Sammy Simorangkir yang dahulu lebih terkenal dengan nama sebuah band tanah air.sebagai anak Tuhan tentunya kita berharap kalau TUhanlah yang menjadi permata hati kita. Apapu yang terjadi Tuhan akan selalu menjadi permata hati kita.

Read More

Tagged: renunganPermata hatisantapan rohaniFirman Tuhan